
Bulan Muharram atau biasa disebut dengan istilah suroan menjadi momen bagi Pekon Sidodadi untuk menggelar tradisi unik secara turun temurun. Tradisi tersebut digelar dengan memotong kepala seekor kambing jantan dan kemudian dikubur di persimpangan jalan raya Pekon Sidodadi. Tradisi ini dikenal dengan istilah "Bersih Desa". Tujuan dari adanya tradisi tersebut yaitu untuk membersihkan desa dari bahaya dan kesialan yang dapat membawa pengaruh buruk bagi Pekon Sidodadi. Tradisi ini sudah dilakukan sejak tahun 50an.
Selain itu, dalam tradisi suroan juga digelar do'a bersama masyarakat Pekon Sidodadi yang dikenal dengan istilah riungan. Tradisi ini bertujuan untuk memohon do'a dan perlindungan kepada Allah SWT dari segala macam bahaya. Tradisi ini dilaksanakan pada malam Jum'at/Selasa Kliwon di bulan Muharram atau pada malam hari setelah tradisi "Bersih Desa" dilakukan. Pada tahun ini, tradisi riungan dilaksanakan pada malam Jum'at Kliwon, 27 Juli 2023 pukul 19.00. Tradisi riungan dilaksanakan di Balai Pekon Sidodadi yang dihadiri oleh masyarakat Pekon Sidodadi khususnya kaum laki-laki. Masyarakat yang hadir harus membawa besek atau nasi kenduri yang nantinya akan diisi gulai kambing dan dikemudian saling ditukarkan dengan masyarakat lain yang hadir pada acara tersebut.
Masyarakat Pekon Sidodadi percaya bahwa tradisi turun temurun ini dapat menjauhkan dari segala macam bahaya yang dapat menimpa Pekon Sidodadi. Oleh karena itu, tradisi ini rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali khususnya di bulan Muharram. Pemerintah Pekon Sidodadi berharap tradisi ini dapat terus dilaksanakan untuk menjaga kelestarian tradisi di Pekon Sidodadi. Selain itu, tradisi ini juga dapat menjadi ajang bagi masyarakat Pekon Sidodadi untuk menjalin silaturahmi sehingga tercipta kerukunan antar masyarakat.

